Priyoatmodjo

the spirit of Java

00. DJATMIKO PANITRO – SITI UMINAH

eyang buyut R Djatmiko Panitro (asma sepah = nama dewasa, asma timur/nama mudanya adalah Sunardi) atau kami lebih akrab memanggil dengan simbah Djat lahir pada 19 Juli 1919. Dilahirkan dari rahim eyang canggah R Ng Kudo Mangunkaryo (1883 – 7 November 1973). Beliau menikahi seorang putri dari Tulungagung – Jawa Timur bernama eyang buyut Siti Uminah dengan asma timur/nama kecil Umijati (1933 – 6 Januari 1978). (Lihat artikel ini untuk mengenal eyang buyut Siti Uminah lebih jauh : SITI UMINAH, EYANG KAMI DARI TULUNGAGUNG)

Dari pernikahan tersebut lahirlah 6 orang anak, yaitu :

  1. Hary Subagyo (29 Maret 1954 – 10 Oktober 2021) – Hary
  2. Dwi Raharjo (15 Juni 1956 – 12 November 2020) – Wiwik
  3. Tri Wahyuni (23 Maret 1958) – Tri
  4. Catur Winarno (30 Juli 1960) – Nono
  5. Tuty Pancaningtyas (28 Agustus 1962) – Tuty
  6. Susi Satyani (19 September 1966) – Susi

Pada tanggal 6 Januari 1978 eyang buyut Siti Uminah tilar (meninggal) karena sakit beberapa waktu dalam umur 45 tahun. eyang buyut R Djatmiko Panitero kemudian menikah lagi dengan eyang buyut Supriyati binti Muhammad Yasir (24 Juni 1938 – 20 Juli 2020). Pernikahan ini tidak melahirkan anak.

 

eyang buyut Djatmiko Panitro

eyang buyut Siti Uminah (Umijati)

eyang buyut Djatmiko Panitro (tengah), eyang buyut Mariman Dwijdoatmodjo (kiri) dan eyang Narso Tjarito (kanan) di rumah Palur, Jl Flamboyan 4 No 97. rumah eyang Hary sebelum pindah ke Sumber, Jl Kutai II No 8

Next Post

4 Comments

Leave a Reply

© 2024 Priyoatmodjo

Theme by Anders Norén